Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu

Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang Trending News Today ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Everything trending in social media, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu
link : Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu

Baca juga


Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu

Semalam kita dikejutkan dengan tindakan sebuah badan kerajaan yang mengeluarkan surat berbahasa Cina dan Inggeris, tanpa sepatah pun perkataan dalam bahasa Melayu.

DYMM Sultan Johor sudah bersuara, marhaen seperti aku dan kalian juga sudah bersuara. Inilah masalahnya apabila warga Malaysia sendiri tidak mampu menghormati dan mengagungkan bahasa ibundanya. Susahlah kalau urusan rasmi kerajaan pun tidak hormat pada tatacara kerja yang sepatutnya.

Tahukah kalian bahawa suatu ketika dahulu bahasa Melayu amatlah disanjung tinggi hinggakan Proklamasi Penaklukan Pulau Jawa oleh Stamford Raffles ditulis dalam bahasa Melayu, menggunakan tulisan jawi. Proklamasi itu tidak dalam bahasa Jawa, tidak juga dalam bahasa Inggeris atau Belanda.

Ceritanya begini…

Apabila William V, raja Belanda lari ke Britain akibat serangan Napoleon dan Perancis pada tahun 1795, beliau mengeluarkan surat yang bernama ‘Kew Letters’ atau dikenali juga sebagai ‘Circular Note of Kew’. Surat ini memberi kuasa sementara kepada British untuk menguasai tanah jajahan Belanda di luar negara buat sementara waktu.

Atas arahan Lord Minto, direktor-jeneral Bengal, Stamford Raffles memulakan ekspedisi penaklukan wilayah Belanda di Nusantara.

Pada 4 Ogos 1811, tentera British mendarat di Cilincing, Jawa Barat. Empat hari kemudian Batavia (Jakarta) jatuh ke tangan Btitish dan enam minggu kemudian seluruh pulau Jawa jatuh ke tangan British.

Waqaf Saham

Maka, Stamford Raffles mengeluarkan surat Proklamasi Penaklukan Pulau Jawa dalam bahasa Melayu yang bertarikh 11 Ogos 1811. Cop mohor Lord Minto juga tertera pada surat itu.

Boleh sahaja Stamford Raffles mengarang surat sebesar dan segah itu dalam bahasa Inggeris atau Jawa, tetapi dipilihnya bahasa Melayu kerana agungnya bahasa itu pada waktu itu.

Cubalah baca surat yang ditulis Raffles ini, tulisannya terang dan bahasanya mudah. Cop mohor Lord Minto itu sendiri pun dalam bahasa Melayu.

Ini bukan surat penpal atau surat minta cerai… ini Surat Proklamasi Penaklukan!

“Bahasa Itu Jiwa Bangsa”

p/s: Tahukah kalian ada batu bersurat yang dikenali sebagai Prasasti Minto? Itu cerita untuk lain hari.



Demikianlah Artikel Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu

Sekianlah artikel Bagaimana Penjajah Mengagungkan Bahasa Melayu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.

Subscribe to receive free email updates: